Majalengka – kartanews.my.id
Bupati Majalengka H. Eman Suherman menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka yang kini resmi diperingati setiap 11 Februari akan dilaksanakan secara bermakna dengan melibatkan partisipasi masyarakat luas, namun tetap mengedepankan prinsip sederhana, efektif, dan efisien.
Hal tersebut disampaikan Bupati Majalengka usai memimpin rapat persiapan Hari Jadi Kabupaten Majalengka yang berlangsung di Gedung Yudha Karya, Pemda Majalengka, Kamis (22/1/2026).
Menurut Bupati H. Eman Suherman, Hari Jadi Kabupaten Majalengka resmi diubah menjadi 11 Februari berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) baru yang disahkan pada Desember 2025, menggantikan tanggal lama 7 Juni yang diatur dalam Perda tahun 1982. Penetapan ini menjadi landasan resmi peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka untuk tahun-tahun berikutnya.
Perubahan tersebut didasarkan pada kajian akademik dan historis yang komprehensif. Tanggal 7 Juni dinilai memiliki dasar yang lemah karena bersumber dari cerita lisan, sementara 11 Februari merujuk pada dokumen Besluit Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 2 Tahun 1840 tentang pemindahan pusat pemerintahan ke Majalengka, sehingga dinilai lebih kuat secara ilmiah dan yuridis.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka pertama pada tanggal 11 Februari 2026 yang merupakan peringatan ke-186 mengusung tema “Menapak Sejarah, Bangun Kolaborasi dan Inovasi Menuju Majalengka Langkung Sae”. Peringatan tersebut tidak semata-mata diukur dari besarnya acara, melainkan dari tingginya keterlibatan masyarakat dalam setiap rangkaian kegiatan.
“Yang dimaksud meriah adalah hadirnya masyarakat, banyaknya masyarakat yang mengetahui, ikut serta, serta mendukung seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, meskipun dikemas meriah, pelaksanaan kegiatan tetap harus dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan tanpa mengurangi makna peringatan Hari Jadi itu sendiri.
“Kita tetap melaksanakan kegiatan secara sederhana, namun harus terasa meriah, aman, efektif, dan efisien. Kesederhanaan bukan berarti mengurangi makna,” tambahnya.
Bupati Eman juga menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka berlandaskan fakta sejarah yang telah melalui kajian akademis dan empiris. Berdasarkan catatan sejarah, Kabupaten Majalengka berdiri pada tahun 1840 dengan Bupati pertama RAA Kertadiningrat.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan, Pemerintah Kabupaten Majalengka akan melaksanakan doa bersama di makam Bupati pertama di Kompleks Makam Girilawungan pada 10 Februari 2026. Sebelumnya, rombongan juga akan berziarah ke makam Pangeran Muhammad dan Mbah Badori sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu.
“Kami mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk hadir dan bersama-sama mendoakan para pendahulu yang telah berjasa membangun Kabupaten Majalengka,” kata Bupati.
Rapat persiapan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Majalengka, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para Staf Ahli, seluruh Kepala OPD, serta para Camat se-Kabupaten Majalengka.
Melalui peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka ini, diharapkan semangat kebersamaan, penghormatan terhadap sejarah, serta kecintaan masyarakat terhadap daerah terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi mendatang.
.jpg)




.jpg)



.jpg)
LEAVE A REPLY