Home Ekonomi Majalengka Perlu Sosok Founder Digital, Aplikasi KARTAMA Dinilai Bisa Jadi Motor Ekonomi Berkelanjut

Majalengka Perlu Sosok Founder Digital, Aplikasi KARTAMA Dinilai Bisa Jadi Motor Ekonomi Berkelanjut

92
0
SHARE
Majalengka Perlu Sosok Founder Digital, Aplikasi KARTAMA Dinilai Bisa Jadi Motor Ekonomi Berkelanjut

Majalengka – Di tengah gencarnya narasi transformasi digital nasional, Majalengka justru menghadapi kenyataan pahit: ketiadaan sosok founder digital lokal yang benar-benar didukung untuk membangun ekonomi berkelanjutan daerah. Akibatnya, potensi ekonomi Majalengka terus dinikmati platform luar, sementara daerah hanya menjadi pasar.

Hasil penelusuran Karta News menunjukkan bahwa sebagian besar transaksi transportasi online, UMKM digital, hingga layanan Jasa lainya di Majalengka masih bergantung pada platform nasional, yang keuntungannya tidak sepenuhnya kembali ke daerah. Kondisi ini menciptakan apa yang disebut pengamat sebagai kebocoran ekonomi digital.

Ironisnya, ketika muncul inisiatif lokal seperti Aplikasi KARTAMA, yang mengusung konsep integrasi transportasi online lokal, lapak UMKM, dan tiket wisata daerah, justru dukungan nyata masih minim. Baik dari sisi permodalan, regulasi afirmatif, maupun keberpihakan ekosistem.

“Daerah sering bicara digitalisasi, tapi ketika ada anak daerah membangun platform sendiri seperti KARTAMA, justru dibiarkan berjuang sendirian,” ungkap salah satu pelaku startup lokal kepada Karta News.

KARTAMA dinilai sebagai contoh konkret bagaimana founder digital daerah berusaha membangun sistem ekonomi yang tidak eksploitatif, berbiaya efisien, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Namun tanpa keberanian investor lokal dan political will kebijakan daerah, platform semacam ini terancam stagnan.

Investigasi Karta News juga menemukan bahwa pola pikir investor daerah masih terjebak pada bisnis cepat untung, sementara investasi digital jangka panjang dianggap terlalu berisiko. Padahal, model seperti KARTAMA justru dirancang untuk tumbuh bertahap dengan risiko terkendali dan potensi omset berkelanjutan.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, Majalengka berisiko kehilangan momentum emas ekonomi digital, sekaligus gagal melahirkan founder lokal yang mampu menjadi tulang punggung ekonomi daerah di masa depan.
#Redaksi