Home Sekitar Kita MBG Invenstor Musiman, dan Rapuhnya Arah Pembangunan Ekonomi

MBG Invenstor Musiman, dan Rapuhnya Arah Pembangunan Ekonomi

105
0
SHARE
MBG Invenstor Musiman, dan Rapuhnya Arah Pembangunan Ekonomi

KartaNews — Program MBG hari ini dipromosikan sebagai solusi, namun praktik di lapangan menunjukkan gejala yang patut dikritisi. Program ini dinilai berjalan eksklusif, hanya dapat diakses kalangan tertentu, dan sangat bergantung pada kucuran anggaran negara. Dalam konteks pembangunan ekonomi berkelanjutan, pendekatan semacam ini justru berpotensi melahirkan ketergantungan, bukan kemandirian.

Lebih mengkhawatirkan lagi, pola investor yang mengikuti MBG mencerminkan kecenderungan lama: mengejar tren, bukan membangun fondasi jangka panjang. Selama anggaran tersedia, investasi mengalir. Namun begitu anggaran menipis atau kebijakan berubah, komitmen pun menguap. Ini bukan investasi visioner, melainkan spekulasi berbasis momentum.

Pertanyaan krusial yang patut diajukan adalah: jika suatu saat MBG dihentikan karena menguras anggaran, ke mana investor akan melangkah? Apakah mereka tetap bertahan membangun ekosistem ekonomi, atau justru meninggalkan daerah dan masyarakat yang sebelumnya dijadikan objek program?

Tajuk ini menilai, ketergantungan pada program berbasis anggaran adalah jalan pintas yang berbahaya. Ia menciptakan ilusi pertumbuhan tanpa fondasi yang kuat. Ketika negara tak lagi mampu menanggung beban fiskal, yang runtuh bukan hanya program, tetapi juga harapan masyarakat yang telah terlanjur bergantung.

Ironisnya, di saat yang sama, banyak peluang bisnis jangka panjang justru terabaikan. Ekonomi digital lokal, UMKM berbasis teknologi, dan platform inovatif daerah yang mampu menghasilkan pendapatan mandiri sering kali tidak mendapat perhatian serupa. Padahal sektor-sektor inilah yang terbukti lebih tahan krisis dan tidak membebani anggaran publik.

KartaNews menegaskan, pembangunan ekonomi seharusnya tidak didikte oleh tren sesaat dan ketergantungan anggaran. Investor sejati adalah mereka yang berani menanamkan modal pada sektor berkelanjutan, bukan sekadar memanen proyek yang hidup dari subsidi.

Jika arah kebijakan dan preferensi investasi tidak segera dibenahi, maka MBG berisiko menjadi catatan lain dalam daftar panjang program mahal yang datang dan pergi—meninggalkan beban fiskal, bukan warisan ekonomi.